Lewati ke konten
Iklan
Iklan header
Iklan
Iklan kiri
Iklan
Iklan kanan

Banteng Cup 2026, Kala Lapangan Hijau Merajut Persatuan Pemuda Kutai Barat.

Bagikan

LENSAKUBAR. COM, LINGGANG BIGUNG-

Baca Juga: Meriahkan HUT Kampung Ke-168, Festival Pasir Putih Muara Benangaq 2026 Gelar Beragam Lomba Tradisional hingga Olahraga

Udara Sabtu (3/10/2026) sore di Kampung Linggang Melapeh rasa-rasanya beda dari biasanya. Ada gemuruh antusiasme yang membumbung tinggi dari pinggir lapangan, menggantikan hening yang biasa menaungi sudut Kecamatan Linggang Bigung ini. Di atas rumput hijau tempat laga dirajut, turnamen sepak bola Banteng Cup 2026 resmi dimulai.

Iklan
Iklan dalam artikel

​Suasana mendadak pecah saat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kutai Barat, Yudi Hermawan, melangkah ke tengah lapangan. Dengan satu sepakan bola pertama yang mantap, riuh tepuk tangan penonton mengudara, menandai bergulirnya kompetisi yang telah lama dinanti para pemuda setempat.

​Di balik riuh sorak penonton dan semangat para pemain yang melakukan pemanasan, Banteng Cup 2026 membawa napas yang lebih dalam dari sekadar perburuan trofi. Mengusung tema “Satukan Semangat Pemuda, Junjung Sportivitas, Bangun Persatuan”, turnamen ini dirancang sebagai panggung tempat persaudaraan diasah dan jiwa muda disatukan melalui si kulit bundar.

​Bagi Yudi Hermawan, lapangan hijau adalah cermin dari kebersamaan masyarakat Kutai Barat. Sepak bola, tegasnya, menyimpan makna yang melampaui papan skor.

​”Harapannya melalui Banteng Cup ini, kita ingin menyatukan semangat pemuda. Sepak bola bukan hanya soal mencetak gol, tetapi tentang bagaimana kita menjunjung tinggi sportivitas dan membangun persatuan yang kokoh,” tutur Yudi penuh optimistis di tengah hiruk-pikuk pembukaan.

​Ia menekankan bahwa Banteng Cup bukan ajang adu gengsi semata untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, turnamen ini adalah momentum strategis untuk merajut kembali benang-benang persatuan di tengah masyarakat. Setiap tekel yang bersih, umpan yang presisi, hingga jabat tangan usai peluit panjang adalah fondasi dari nilai fair play yang ingin ditanamkan.

​Tak sekadar menjadi arena menambah jam terbang dan pengalaman bertanding bagi talenta-talenta lokal, Banteng Cup diproyeksikan menjadi pemantik semangat berolahraga yang kini digelorakan kembali di bumi Kutai Barat.

​Kehangatan acara pembukaan sore itu makin lengkap dengan hadirnya sejumlah tokoh kunci daerah. Tampak menyemangati dari tribun kehormatan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kutai Barat, Gamas Laden, bersama para petinggi kampung se-Kecamatan Linggang Bigung, serta Ketua PSSI dan perwakilan KONI Kabupaten Kutai Barat.

​Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan satu hal, ketika peluit pertama dibunyikan di Linggang Melapeh, Kutai Barat tak hanya sedang menggelar turnamen, tetapi juga sedang merayakan masa depan pemudanya yang kompak, sportif, dan bersatu.*

  • Penulis: Daniel. B.
  • Editor: Redaksi
  • Sumber: Lensakubar.com
Iklan
Iklan setelah artikel

Tinggalkan komentar